Senin, 24 Oktober 2011

iseng aja..

....harapan adalah hal yang membuat kita terus melangkah dengan mantap dan dapat berdiri teguh. - di mana pengharapan adalah sebuah awal.. Dalai Lama

diawali dengan sebuah quotes yang cukup baik dari dalai lama diatas, jadi timbul pertanyaan,apakah benar harapan diatas itu??bagaimana apabila malah harapan itu yang membuat kita tidak bisa melangkah dan tidak bisa berdiri teguh?? tapi secara umum untuk kata terakhirnya setuju, dimana pengharapan adalah sebuah awal.. mau jelek mau bagus hasilnya bener banget, pengharapan adalah awal dari segalanya.. orang yang sukses dan orang yang gagal dalam hal apapun pertama kali dalam pikiranny pasti memikirkan tentang harapan bukan?dan sangat tidak beruntung untuk orang yang gagal atau tidak berhasil itu..

ok, sedikit mau cerita aja kepada kamu, kamu tuwh yang paling ngertiin saya,dimana saya ini orangnya banyak omong dan perlu tempat penampungan buat bicara,,dan dalam hal ini adalah kmu..BLOG !!!

sekarang tu sekitar h-6 menuju ujian, kalo boleh jujur, dirasa2in kayanya baru blok dan semester ini yang belajarnya bener2 naek turun semangatnya,,selain ada kesibukan terlebih ada kejadian yang percaya ga percaya sempet bikin mental drop sampe akhirnya ketemu jalan keluar lewat ngobrol ma ortu,perenungan diri sampe ilham dari yang maha kuasa mungkin ya...hehe..yah apapun itu hidup ini harus disyukuri, karena setiap kejadian baik atau buruk yang kita alami, ternyata semua itu ada hikmahnya. termasuk kejadian yang saya alami..saya akan lebih berhati-hati lagi dalam bersikap..amin

mmh..sekarang mau cerita ttg keadaan kelompok,dirasa enak ada enggak'nya,dirasa enggak ya ada enaknya juga..mmh..yah apapun itu ga bisa diceritain terlalu frontal di blog ini, tapi yang jelas kalo udah gini keadaannnya mah tinggal berdoa aja,mudah2an blok depan dipecah lagi..amin

sedikit pelajaran yang bisa saya ambil dari kelompok yang sekarang yaitu, terkadang kita percaya dengan orang sampai akhirnya orang tersebut membuat kita kecewa... tapi disaat kita mengecewakan orang itu, beliau dengan bijaknya lebih mengecewakan kita..jadi, intinya yang penting disini adalah komunikasi..dan kelompk kita tidak punya itu..

Minggu, 23 Oktober 2011

intermejo

SELINGKUH = SELINGan indah rumah tangga utUH

hahahha..ngkak abis denger kata2 itu,,dokter manu hebat banget kata2nya..hha
cerita2 ttg pengalaman menjadi dokter selama 50 tahun..

bismillah.. minggu terakhir sebelum ujian blok, alhamdulillah imuno udah beres..sekarang tinggal fokus ujian da skripsi.. allhamdulillah sekali punya orang tua yang ngertiin banget anaknya ini..dari percakapan tadi pagi sebenernya g terlalu terbuka tapi cukup membantu lah setelah mengeluarkan uneg2 dan sedikit tangis keppada orang tua..

makasih mah-pah

Why Not Me

busseetttt ada lagu keren banget ...pas banget ma keadaan sekarang...

Why Not Me - Enrique Iglesias

Escaping nights without you with shadows on the wall
My mind is running wild tryin hard not to fall
You told me that you love me but say I’m just a friend
my heart is broken up into pieces

Cos i know i’ll never free my soul
it’s trapped between true love and being alone
When my eyes are closed the greatest story told
I woke and my dreams are shattered here on the floor

Why oh why tell me why not me
Why oh why we were meant to be
Baby i know i could be all you need
Why oh why oh why

I wanna love you
if you only knew how much i love you
So why not me

The day after tomorrow I’ll still be around
To catch you when you fall and ever let you down
you say that we’re forever our love will never end
I’ve tried to come up but it’s drowning me to know
you’ll never feel my soul
It’s trapped between true love and being alone
when my eyes are closed the greatest story told
i woke and my dreams are shattered here on the floor

Tell me baby why oh why tell me why not me
Why oh why we were meant to be
Baby i know i could be all you need
why oh why oh why

I wanna love you
if you only knew how much i love you
So why not me

You won’t ever know
How far we can go
You won’t ever know
How far we can go (go)

Why oh why tell me why not me
why oh why we were meant to be
Baby I know I could be all you need
Why oh why oh why

Why oh why tell me why not me
Why oh why we were meant to be
Baby I know I could be all you need
Why oh why oh why oh why

I wanna love you
If you only knew how much I love you
so why not me
(why not me, why not me)

akhirnya ada jalan keluar juga

censored =D

Kamis, 13 Oktober 2011

EKG tutorial part-1

EKG tutorial part-1

Jantung mempunyai kemampuan automatisasi yaitu kemampuan mencetuskan impuls secara otomatis dan ritmis serta menjalankan impuls ke seluruh otot jantung. Impuls ini menimbulkan eksitasi terhadap otot jantung yang selanjutnya menyebabkan serabut otot jantung tersebut BERKONTRAKSI.

Impuls disini menimbulkan aktivitas listrik, dimana aktivitas listrik ini dapat berubah-ubah berdasarkan peristiwa yang terjadi di jantung. aktivitas listrik tersebut dapat terekam oleh alat yang disebut ELEKTROKARDIOGRAFI(EKG). Dengan EKG, secara langsung dapat diperkirakan adanya gangguan frekuensi dan irama denyut jantung, gangguan penjalaran impuls, hipertrofi, iskemia, da infark otot jantung.

Pada tutorial kali ini akan dibahas dasar-dasar dari EKG,sekalian penulis belajar lagi all about cardiology.

l. pemasangan EKG 12 lead

Pasien dalam posisi terlentang dan kemudian ditentukan tempat-tempat pemasangan elektroda. Untuk elektroda warna MERAH di TANGAN KANAN, untuk elektroda warna KUNING disimpan di TANGAN KIRI, untuk elektroda warna HIJAU disimpan di KAKI KIRI dan elektroda warna HITAM disimpan di KAKI KANAN. ( cara penyimpanan elektroda ini pasti ada maksud dan tujuannya,,cari !!!)

A. Bipolar Standard Lead


Lead 1 = (+) tangan kiri (-) tangan kanan
Lead ll = (+) kaki kiri (-) tangan kanan
Lead lll = (+) kaki kiri (-) tangan kiri




B. Unipolar Limb Lead



Lead aVR = (+) tangan kanan (-) tangan kiri kaki kiri
Lead aVL = (+) tangan kiri (-) tangan kanan kaki kiri
Lead aVF = ( +) kaki kiri (-) tangan kanan tangan kiri

C.Unipolar Precordial Lead


lead V1 (merah) = ICS 4  linea sternalis kanan
lead V2 (kuning) = ICS 4 linea sternalis kiri
lead V3 ( hijau) = di pertengahan lead V2 dan lead V4
lead V4 ( coklat) = ICS 5 linea midclavicularis kiri
lead V5 (hitam) = ICS 5 linea axillaris anterior kiri
lead V6 (ungu) = ICS 5 linea axillaris media



Tempat pemasangan EKG mempunyai maksud dan tujuan tertentu yaitu untuk menunjukkan apabila ada kelainan di lead tertentu maka terdapat kelainan di tempat tertentu juga.

  • Lateral = Lead l, aVL, V5, V6
  • Inferior = Lead ll, lll, aVF
  • Septal = V1, V2
  • Anterior = V3, V4

2.  Cara membaca EKG



Cara membaca EKG dimulai dengan menentukan kalibrasi, heart rate dan irama.
  1. Kalibrasi :
                                                              i.      voltase diukur dengan garis vertika(keatas)l 1 kotak = 0.1 mV
                                                            ii.      speed diukur dengan garis horizontal(kepinggir) i kotak = 0.04 sec
  1. heart rate :
Diukur dengan menghitung interval RR(x) kemudian memakai rumus 1500: x

  1. irama :
irama di sini adalah irama sinus normal dan bukan sinus normal (aritmia).
Irama sinus normal adalah suatu irama jantung dengan penghasil listrik dari nodus SA dengan frekwensi 60 hingga 100 kali per menit. Irama sinus normal mempunyai ciri – ciri :
                                                          I.                       gelombang P tampak dengan interval teratur
                                                        II.                       setiap gelombang P diikuti kompleks QRS dengan interval normal dan teratur
                                                      III.                       Semua P dan kompleks QRS memiliki contour dan konfigurasi sama.

Menilai Gelombang P

Gelombang P adalah defleksi pertama yang menunjukkan depolarisasi atrium.
  1. Contour :
    1. Normal : halus dan monofasik di semua sandapan kecuali V1
    2. Abnormal : bifasik, p tidak tampak, p fibrilasi

  1. Konfigurasi :
    1. Normal : defleksi positif di sandapan l, ll, aVF, V3-V6 dan negatif di aVR
    2. Abnormal : defleksi negatif di ll, lll atau aVF
  2. Durasi (horizontal) : 0.08 – 0.10 sec ( 2- 2.5 kotak kecil)
  3. Amplitudo (vertikal) : ≤0.25 mV ( 2.5 kotak kecil )
  4. PR interval : 0.12 – 0.20 sec ( 3-5 kotak kecil)...bila memanjang dapat berarti blokade AV, bila memendek dapat berarti sindroma preeksitasi.

Menilai Gelombang Q dan kompleks QRS

Gelombang Q adalah defleksi kebawah pertama setelah gelombang P; pertanda awal depolarisasi ventrikel. Gelombang R adalah defleksi positif setelah gelombang Q. Gelombang S adalah defleksi negatif didahului oleh gelombang Q atau R. Gelombang R’ adalah defleksi positif setelah gelombang S. Huruf kecil digunakan untuk defleksi kurang dari 5 mm dan sebaliknya.

Gelombang Q :
1.      Konfigurasi :
                                                                          i.      Normal : gelombang q kecil
                                                                        ii.      Abnormal : gelombang Q patologis lebar ≥0.04 detik dan dalam ≥4 mm
2.      Letak gelombang Q patologis
                                                                          i.      Lead V1-V4 : daerah anteroseptal
                                                                        ii.      Lead V1-V6, l dan aVL : daerah anterior ekstensif
                                                                      iii.      Lead V4-V6, l dan aVL : daerah anterolateral
                                                                       iv.      Lead V3-V5 : daerah anterior terbatas
                                                                         v.      Lead ll, lll dan aVF : daerah inferior
Kompleks QRS :
1.      Konfigurasi :
                                                                          i.      Normal bila R makin besar dan S makin kecil dari V1-V6
                                                                        ii.      Abnormal :
a.      Gambaran ekstrasistole(bizare-ventrikuler,sempit-atrial)
b.      RR’ di Vl dan S lebar di l & V6 (RBBB)
c.       RR’ di l & V6 dan S lebar V1 (LBBB)
d.      Lebar dan cepat > 150x/menit
e.      Sempit dan cepat > 150x/menit
f.        RR interval tidak teratur (AF)
2.      Durasi :
                                                                          i.      Normal : < 0.12 sec
                                                                        ii.      Abnormal : > 0.12 sec






3.      Menghitung axis QRS compleks
Axis disini menggambarkan aktivitas di setiap ventrikel
Deviasi ke kanan: peningkatan aktivitas di ventrikel kanan, obstruksi paru, pulmonary emboli,
Deviasi ke kiri : peningkatan aktivitas di ventrikel kiri, hipertensi, aortic stenosis, ischemic heart disease



Axis normal : - 30® to + 110®
LAD (left axis deviation) : -30® to -90®
RAD ( right axis deviation) : +110® to -180®
Superior ( extreme RAD) : +180® to -90®

Cara pengukuran axis :
            Hitung berapa kotak gelombang R dan S di lead l, lll dan aVF. Kemudian tambahkan per-lead lalu tentukan titik koordinat dan terakhir tarik garis.

Menilai ST Segment

Menentukan deviasi segmen ST
                                                                          i.      Normal : isoelektris
                                                                        ii.      Abnormal : elevasi deviasi ke atas > 1 mm
Depresi horizontal,downsloping, upsloping
           
Menilai gelombang T

1.      Menentukan bentuk gelombang T :
                                                                          i.      Normal : tegak di semua sandapan kecuali aVR dan V1
                                                                        ii.      Abnormal : tinggi dan lebar, T terbalik berlawanan dengan vektor QRS bisa terdapat pada iskemia miokard
Menilai gelombang U

Normal : tidak tampak adanya gelombang U
Abnormal : gelombang U tampak jelas curiga adanya hipokalsemia

Menentukan QTc

Memakai rumus QT: akar dari RR

Indeks hipertrofi ventrikel

LVH : score romhilt estes
            1. LV by voltage:                                                                      3
•         R or S ≥ 20 mm at extremities lead, or
•         S at RV complex (V1-V2) ≥ 25 mm, or
•         R at LV complex  (V5-V6) ≥ 25 mm, or
•         S at V1-V2 plus R at V5-V6 ≥ 35 mm
2. ST Depression and T inversion at                                            3
    LV complex V5-V6 (”strain pattern” )
3. Left Atrial Abnormality (P mitral)                                             3
4. QRS complex frontal axis > -15° (LAD)                                    2
5. Prolong interval of QRS complex  at V5-V6, ≥ 0.09s                  1
   or ventricular activation  time ≥ 0.04s

RVH

1. Reversal R/S ratio, at V1 > 1, at V6 < 1
2. QRS complex frontal axis deviate to the right (RAD)
Aux criteria: ventricular activation  time at V1 ≥ 0.035s, ST depression and T inversion at V1, S at I, II, and III

Rabu, 12 Oktober 2011

jenuh

12 oktober 2011

astagfirullah..kenapa disaat2 seperti ini kejenuhan datang ga tau diri..huhu
kalo udah kaya gini ga tau mau ngapain,,motivasi sehebat apapun kalo dari dalam diri sendiri males mah ya udah males aja..

aduh2,,ga tau musti ngapain,,tolong2

Sabtu, 01 Oktober 2011

allhamdulillah =D

sabtu, 01 oktober 2011

asrama kresna

allhamdulillah,,minggu ini banyak banget hal2 positif yang bisa dipelajarin dan hal2 yang bikin hidup lebih semangat..

memasuki minggu ke3 blok 19,,belum belajar sama sekali dan belum bikin tulisan ttg kedokteran tea,hhe
hmm..ya udah skarang pulang ke rumah terus besok mudah2an bisa belajar,,amin..

ampe ketemu laen kali ya,,bakal ada cerita2 seru..amin